Apakah kalian tahu? Ternyata Bahasa Arab Telah Digunakan di Indonesia Sejak Era Ini!
Bahasa Arab terkenal di Indonesia sebagai bahasa agama, pengetahuan, dan budaya. Namun, apakah Anda sadar bahwa pengaruh bahasa Arab di Nusantara telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka? Keberadaan bahasa Arab tidak hanya terbatas pada praktik ibadah umat Islam, tetapi juga menyusup ke dalam kehidupan harian, pendidikan, sastra, dan sistem pemerintahan tradisional.c
Asal Mula Masuknya Bahasa Arab ke Nusantara
Bahasa Arab mulai diperkenalkan di Nusantara sejalan dengan kedatangan Islam pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Catatan sejarah mencatat bahwa para pedagang Arab telah berhenti di pelabuhan-pelabuhan utama, seperti Barus di Sumatra, Gresik di Jawa, dan Ternate di Maluku. Hubungan perdagangan itu membawa budaya dan bahasa Arab, khususnya dalam hal transaksi, penyebaran pengetahuan, dan interaksi sosial.
Selain itu, bahasa Arab juga masuk melalui jalur penyebaran agama. Para ulama dan mubalig dari Timur Tengah tidak hanya mengajarkan ajaran Islam, tetapi juga mengenalkan huruf Arab melalui tulisan yang dikenal sebagai Arab Melayu atau Jawi. Teks ini memakai huruf Arab dengan adaptasi fonetik untuk menuliskan bahasa Melayu. Fakta ini menunjukkan bahwa bahasa Arab telah berfungsi sebagai jembatan komunikasi dan pendidikan sejak ratusan tahun yang lalu.
Bahasa Arab dalam Sistem Pendidikan Tradisional
Salah satu indikator terkuat pemanfaatan bahasa Arab di Indonesia adalah dalam tradisi pengajaran pesantren. Sejak abad ke-15, pesantren telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa utama untuk memahami kitab kuning (kitab klasik Islam). Sampai saat ini, ribuan pesantren di seluruh Indonesia menjadikan bahasa Arab sebagai salah satu fondasi utama dalam kurikulumnya.
Di kerajaan-kerajaan Islam Nusantara seperti Kesultanan Demak, Aceh, hingga Ternate, bahasa Arab dipakai dalam dokumen resmi serta komunikasi dengan kerajaan lain. Ini menunjukkan bahwa bahasa Arab dahulu berperan sebagai bahasa diplomasi dan ilmu pengetahuan, setara dengan bahasa Melayu.
Dampak Bahasa Arab terhadap Bahasa Indonesia
Tidak hanya dalam aspek agama dan pendidikan, bahasa Arab juga memberikan pengaruh yang signifikan dalam bahasa Indonesia. Banyak kata serapan dari bahasa Arab yang kita pakai sehari-hari tanpa kita sadari. Contohnya kata dunia : ?????? , rezeki : ??? , hukum : ??? , kursi : ???? , maut : ??? , kabar : ???, wajib : ???, musyawarah ; ?????? , hikmah : ???? dll.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terdapat lebih dari 2.000 kata pinjaman dari bahasa Arab. Kata-kata ini masuk melalui dua cara utama: melalui bahasa Melayu yang berfungsi sebagai lingua franca di Nusantara, dan melalui pengajaran Islam yang berakar dalam masyarakat. Dengan begitu, bahasa Arab memiliki peranan krusial dalam pembentukan identitas bahasa Indonesia yang modern.
Bahasa Arab dalam Sastra Nusantara
Sejarah mencatat bahwa bahasa Arab memiliki dampak signifikan terhadap kemajuan sastra di Indonesia. Beragam karya sastra klasik, seperti puisi, cerita rakyat, serta kitab kuning lokal, ditulis menggunakan huruf Arab Melayu. Contoh yang terkenal adalah karya Hamzah Fansuri dari Aceh pada abad ke-16 yang menggabungkan bahasa Melayu dan istilah Arab.
Di samping itu, naskah-naskah kuno dari berbagai wilayah, dari Jawa, Sumatra, hingga Sulawesi, sering memanfaatkan aksara Arab pegon (Arab yang disesuaikan untuk bahasa Jawa dan Sunda). Ini menunjukkan bahwa bahasa Arab telah berintegrasi dengan budaya lokal dan menjadi bagian dari warisan sastra suatu bangsa.
Dari penjelasan tersebut, tampak bahwa bahasa Arab tidak sepenuhnya dianggap sebagai bahasa asing di Indonesia. Sejak awal kedatangan Islam, bahasa Arab telah ada dan berkontribusi signifikan dalam perdagangan, pendidikan, pemerintahan, sastra, serta pembentukan bahasa Indonesia. Kehadirannya bukan hanya sekadar hiasan, tetapi elemen penting dalam identitas suatu bangsa.
Ketika kita menggunakan kata-kata sehari-hari seperti selamat, dunia, atau doa, tanpa kita sadari, kita menyampaikan warisan panjang yang menggambarkan hubungan Indonesia dengan bahasa Arab yang telah ada selama berabad-abad.
Source:
https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/alislah/article/view/2820/1003