Introvert Jadi Bahasa Sehari-hari: Antara Istilah Ilmiah dan Gaya Bicara

SHARE

Beberapa tahun terakhir, kata introvert semakin sering dengar dalam pembicaraan sehari-hari. Awalnya, istilah ini hanya digunakan dalam penelitian psikologi, tapi kini sudah masuk ke berbagai tempat seperti media sosial, percakapan santai, dan konten hiburan. Banyak orang sekarang bilang, “Aku introvert, jadi malas ikut keramaian,” atau “Maaf, aku introvert, nggak suka ramai-ramai.” Fenomena ini menunjukkan bahwa istilah introvert mulai berubah dari pengertian ilmiah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari. 

  • Secara ilmiah, introvert adalah salah satu jenis kepribadian yang diperkenalkan oleh Carl Gustav Jung. Dalam psikologi, introvert merujuk pada orang yang cenderung fokus pada diri sendiri, mendapatkan energi dari kegiatan yang bersifat pribadi, dan lebih nyaman berinteraksi dalam lingkungan sosial yang tidak terlalu ramai. Introvert bukan berarti anti sosial, pemalu, atau tidak bisa berkomunikasi, melainkan memiliki cara berbeda dalam menggunakan energi dan membangun hubungan dengan orang lain. Namun, makna ilmiah ini perlahan semakin disederhanakan ketika masuk ke dalam dunia bahasa populer. 

   Dalam kehidupan sehari-hari, kata introvert sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seperti pendiam, tidak suka berkumpul, jarang berbicara, bahkan takut berinteraksi. Makna kata ini makin sempit karena proses yang disebut pergeseran makna dalam ilmu bahasa. Saat istilah ilmiah digunakan oleh orang awam, maknanya tak lagi sesuai dengan definisi akademik, melainkan berubah sesuai dengan pengalaman pribadi dan konteks sosial yang dikenal oleh masyarakat. 

   Media sosial memainkan peran penting dalam mempercepat proses ini. Banyak postingan, meme, dan konten psikologi yang populer menyederhanakan konsep introvert agar lebih mudah dipahami dan menarik. Kalimat seperti “Ciri-ciri orang introvert” atau “Kehidupan seorang introvert” sering menggambarkan introvert sebagai orang yang selalu sendirian, menolak berinteraksi, dan merasa lelah ketika berkumpul. Gambaran seperti ini secara perlahan membentuk persepsi kolektif bahwa introvert adalah orang yang tertutup dan menjauh dari kehidupan sosial. 

   Akibatnya, kata introvert tidak hanya menjadi konsep ilmiah, tetapi juga terasa seperti label sosial atau gaya bicara. Banyak orang menggunakan istilah ini untuk mendiagnosis diri sendiri, menjelaskan perilaku, atau membenarkan sikap tertentu. Dalam konteks bahasa, hal ini menunjukkan bahwa bahasa bukan hanya mencerminkan dunia, tetapi juga membentuk cara manusia memahami diri sendiri. Kata introvert menjadi alat untuk membentuk identitas, sekaligus memberi legitimasi atas pilihan sikap dalam kehidupan sosial. 

   Namun, penggunaan istilah introvert secara sembarangan tanpa pemahaman yang benar bisa menyebabkan kesalahpahaman. Saat istilah dari bidang ilmu diterjemahkan ke dalam bahasa sehari-hari tanpa konteks yang jelas, maknanya bisa jadi tidak jelas. Banyak orang akhirnya memahami introvert hanya sebagai orang yang tidak suka bersosialisasi, padahal menurut studi psikologi, baik orang introvert maupun ekstrovert tetap membutuhkan interaksi sosial, hanya dalam tingkat yang berbeda. 

  • Dari sudut pandang bahasa, fenomena ini menunjukkan betapa dinamisnya bahasa. Kata-kata tidak selalu tetap, melainkan terus berubah sesuai dengan cara orang menggunakan dan menggunakannya. Bahasa ilmiah yang awalnya hanya digunakan di lingkungan akademik bisa berpindah ke kalangan umum, disederhanakan, bahkan mengalami perubahan makna. Proses ini adalah hal yang wajar dalam perkembangan bahasa, tapi penting untuk kita sadari agar tidak terjadi kesalahpahaman yang terus berlanjut. 

   Akhirnya, ketika istilah introvert sudah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari, masyarakat perlu lebih kritis dalam penggunaannya. Memahami makna ilmiah dari istilah ini secara tepat akan membantu kita menggunakan bahasa dengan lebih tanggung jawab. Dengan demikian, bahasa tidak hanya menjadi alat untuk berkomunikasi, tetapi juga sarana untuk berpikir jernih dalam memahami diri sendiri dan orang lain.